Rabu, 17 April 2013

Dia sudah mengutarakannya tadi lewat telepon.
"Tenang saja, setelah ankku lahir aku akan kembali lagi kesana. Aku juga sempat beberapa hari ini memimpikan raja".

Aku sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Mungkin memang ini sudah jalan kehidupanku. Mungkin aku terlalu memaksakan pernikahan ini. Di mana biaya 75 juta dari pernikahan justru ibuku sendiri yang menanggung.
Terkadang aku termangu... Pernikahan ini seperti tidak diinginkan olehnya. Seperti ia terpaksa menikah dan ada di sisiku sekarang. Memang suamiku pergi dari pulaunya dan sekarang ia tinggal di pulau ini bersama denganku dan keluargaku.

Aku masih belum punya rumah sendiri.. Aku tinggal bersama orang tuaku.

Jika teringat kata-katanya yang seperti itu. "Akan kembali lagi kesana setelah anak lahir"
Aku berfikiran untuk melahirkan tanpa suami.
Seperti ia memainkan drama dalam kehidupan dan berada di sisiku.
Mungkin untuk saat ini ia sedang berpura-pura menjadi suami yang baik. Tapi, di saat anak kami lahir, ia akan meninggalkanku dan juga putranya.
Jadi, untuk apa juga pernikahan ini???

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar